Beranda » Materi » KIMIA

LAJU REAKSI

SMA - Kelas 12 16 Sep 2026 7 Pembaca

A. KEMOLARAN

Dalam laju reaksi, besaran yang digunakan adalah kemolaran benda.


B. LAJU REAKSI

Laju reaksi adalah kecepatan proses terjadinya suatu reaksi, sehingga reaktan habis dan berubah menjadi produk reaksi. Perbandingan laju reaksi suatu reaksi sama dengan perbandingan koefisien reaksi. Laju reaksi merupakan perubahan jumlah molar zat per satuan waktu.

v = Δ[X] / Δt

v = laju reaksi (M/s)

Δ[X] = perubahan konsentrasi molar zat (M)

Δt = perubahan waktu (s)

Dalam laju reaksi, terjadi:

  1. Pengurangan konsentrasi zat-zat reaktan karena berubah menjadi produk per satuan waktu.
  2. Penambahan konsentrasi zat-zat produk karena perubahan reaktan per satuan waktu.


1. Urutan pengamatan

Urutan pengamatan dari yang termudah dilakukan untuk mengamati laju reaksi.

  1. Laju reaksi diamati dari laju pembentukan gas, dengan mengumpulkannya ke tempat lain lalu diukur.
  2. Laju reaksi diamati dari laju pengendapan zat, yaitu sampai bagian dasar tabung tidak terlihat.
  3. Laju reaksi diamati sampai pereaksi padat hilang (reaksi telah selesai).


2. Nilai Laju Reaksi

Laju reaksi makin lama akan makin kecil nilainya, karena:

Jumlah reaktan yang semakin berkurang, dan pada akhirnya bernilai nol (reaksi selesai).

Jumlah produk yang semakin bertambah dan pada akhirnya bernilai tetap (reaksi selesai).

Contoh:

Pada pembakaran suatu senyawa, tercatat gas X yang dihasilkan pada tiap menitnya:

Laju sesaat pada menit ke-1

v = (10-0)/(1-0) = 10 cm³/menit

Laju sesaat pada menit ke-2

v = (19-10)/(2-1) = 9 cm³/menit

Laju sesaat pada menit ke-3

v = (26-19)/(3-2) = 7 cm³/menit

Laju reaksi rata-rata selama 3 menit

v = 26/3 = 8,67 cm³/menit

Laju reaksi rata-rata (total)

v = 35/5 = 7 cm³/menit



C. UNGKAPAN LAJU REAKSI

  1. Laju reaksi dapat diungkapkan menggunakan rumus dan perbandingan koefisien reaksi.
  2. Laju pengurangan konsentrasi reaktan dinyatakan dalam tanda negatif (hanya simbol).
  3. Laju penambahan konsentrasi produk dinyatakan dalam tanda positif (hanya simbol).

Contoh:

Menurut reaksi A + B -> C + D

Jawab:

Laju reaksi dapat diungkapkan:

a. Laju pengurangan [A]

v = - Δ[A] / Δt

b. Laju pengurangan [B]

v = - Δ[B] / Δt

c. Laju penambahan [C]

v = + Δ[C] / Δt

d. Laju penambahan [D]

v = + Δ[D] / Δt


1. perbandingan koefisien reaksi

Dalam perbandingan koefisien reaksi, maka laju reaksi dapat dinyatakan:

vA = (koefisien A / koefisien B) x vB

Contoh:

Menurut reaksi 2N2O5 -> 4NO + 3O2

Laju pembentukan NO adalah 5 M/s. Tentukan laju penguraian N2O5 dan pembentukan O2!

Jawab:

Sesuai dengan perbandingan koefisien reaksi,

v N2O5 = Δ[N2O5] / Δt = 2/4 Δ[NO] / Δt

v N2O5 = 0,5 x 5 = -2,5 M/s

v O2 = Δ[O2] / Δt = 3/4 Δ[NO] / Δt

v O2 = 0,75 x 5 = +3,75 M/s


2. Persamaan Laju Reaksi

Persamaan laju reaksi dikaitkan dengan laju perubahan konsentrasi reaktan, dan dapat dituliskan:

Pada reaksi A + B -> C + D

Nilai persamaan laju reaksi:

v = k[A]^x[B]^y

k = konstanta/tetapan laju reaksi

x = orde/tingkat reaksi terhadap A

y = orde/tingkat reaksi terhadap B

x + y = orde reaksi total


Ruang Diskusi

0 Komentar
U

Belum ada diskusi.

Jadilah yang pertama untuk memulai diskusi!